Uang Bisnis, Uang Dapur, Bisikan Bantal
Menjadi seorang business man memang terlihat keren, berduit, dan memiliki keamanan finansial yang tinggi. Tapi pada kenyataannya tidak demikian, banyak sekali contoh yang saya lihat beberapa kasus terutama di Balikpapan (karena saya tinggal di Balikpapan) banyak dari beberapa pembisnis yang hanya bertahan dalam 3, 2, atau bahkan 1 tahun pada masa kejayaannya, dari sekian banyak kasus yang saya pelajari, kebanyakan kegagalan terjadi karena kesalahan pada pengelolaan keuangannya atau istilah kerennya Mas Kiyosaki adalah Cash Flow
Saya coba bahas opini saya satu persatu, sebenarnya banyak sekali faktor kegagalan kita dalam berbisnis, tapi menurut saya ada tiga hal yang paling riskan dan dari ketiganya justru karena faktor non teknis,
Uang Bisnis, Uang Dapur, Bisikan Bantal
yang terakhir saya dapat dari teman lama
aku pinjam istilahnya ya Lin.
Uang Bisnis : yap uang bisnis, uang bisnis adalah uang yang kita gunakan sebagai perputaran dalam menjalankan segala aktifitas kita dalam berbisnis, modal usaha, gaji karyawan, pajak, biaya akumulasi depresiasi, dll. kita harus memiliki skill keuangan bisnis jika ingin sukses dalam berbisnis, yah ngak perlu terlalu jago, tapi paling tidak kita tau apa yang disebut dengan Neraca, Laba Rugi, Piutang Dagang, Hutang Dagang, Quote, PO, Invoice, Cash Flow, Pajak, Aktiva, Kewajiban, dll.
Untuk membuat semua aktifitas keuangan bisnis menjadi mudah tentu kita harus didukung dengan sebuah sistem komputerisasi yang baik dan juga staff yang terlatih untuk mengoperasikannya, menurut pengalaman pribadi, saya merekomendasikan MYOB Premier yang akan memudahkan kita menditeksi seluruh aliran keuangan perusahaan. (next time saya tulis deh tentang MYOB)
Banyak sekali pengusaha yang terlena dengan membanjirnya pekerjaan tapi sayangnya kebanyakan dari mereka tidak dapat menditeksi keuangan bisnis dengan baik, beberapa dari mereka tidak dapat menjawab ketika saya tanya apakah anda tahu tahun ini perusahaan anda untung berapa ? lucunya tau nga apa jawaban mereka, mereka menjawab :
wah ngak ngitung pak, kenyataannya saya bisa nyicil rumah baru, nyicil dua sedan mewah buat saya dan istri, anak saya sekolah ke Australia dan disana dia naik mobil sport
![]()
Memang kalau kekayaan dalam jumlah yang besar tidak akan terasa untuk membeli semua itu, tapi bagaimana kalau ternyata laba yang anda dapatkan pada akhir tahun ternyata telah anda habiskan untuk membeli barang-barang mewah seperti mobil sport untuk anak yang sekolah di Australia sedangkan anda sendiri tidak tahu berapa keuntungan yang anda dapatkan di akhir tahun.
Uang Dapur : Uang dapur bukan maksudnya adalah uang untuk mebeli bumbu-bumbu dapur, ini hanya perumpamaan saja, uang dapur adalah uang yang biasa kita gunakan sebagai biaya hidup kita sehari-hari, seperti makan sehari-hari, biaya sekolah anak, liburan, tamasya, ini yang terkadang mengecohkan kita, yang terbaik adalah tidak mencampur adukan Uang Dapur dengan Uang Bisnis.
Pernah suatu ketika mantan bos saya menyuruh saya untuk mentransferkan uang hasil pembayaran PO dari customer ke rekening pribadi istrinya, sedangkan beliau mengesampingkan pembayaran tagihan dari para Supplier yang telah jatuh tempo, karena saya hanya sekedar tenaga administrasi maka saya hanya bisa berguman kalau sebenarnya sang bos telah melakukan kesalahan yang pasti suatu saat akan menjatuhkan dia dalam lubang kesulitan yang dalam, dan kenyataannya dugaan saya benar, saat ini beliau sedang berada dalam lubang tersebut.
Bisikan Bantal : Ini yang terkadang menjadi momok besar dalam keberhasilan atau kegagalan kita dalam berbisnis, bahkan lebih dari itu, jika anda berhasil mengatasi bisikan bantal maka anda tidak hanya layak di sebut sebagai pempimpin bisnis yang handal, tetapi juga sebagai pemimpin keluarga yang arif. Terkadang kita telah berhasil dalam mengelola Uang bisnis, Uang Dapur, Tetapi masih loyo dalam mengalahkan bisikan bantal.
Sebenarnya apa bisikan bantal, bisikan bantal adalah bujuk rayu dari pendamping kita yang menggoda kita untuk mengiyakan permintaan-permintaan yang sudah diluar nalar, seperti permintaan berlian mewah baru oleh sang istri yang sebenarnya tidak mampu kita beli, atau permintaan ganti mobil istri dengan yang lebih baru yang harus kita turuti meskipun kita harus nyicil atau hutang sana sini, atau ajakan istri untuk berlibur keliling eropa tiap akhir bulan, atau untuk tingkatan yang lebih kecil semacam istri minta tas baru dengan harga 2 jutaan sedang omset bisnis kita masih dibawah jutaan rupiah /bulan.
Memang sedikit lebih mudah mengatasi bisikan bantal dari istri sendiri, tapi sayangnya kebanyakan lebih susah menghadang bisikan bantal dari pendamping baru, atau calon pendamping baru (istri muda maksudnya)
ini yang sering terjadi.
Memang tidak semua pembisnis di Balikpapan seperti yang saya contohkan diatas, ternyata banyak juga yang telah berhasil mengatasi ketiga tantangan diatas atau bahkan puluhan tantangan lainnya seperti Om Rudy (Pemilik Suzuki area Kaltim) atau Om Andreas (Pemilik Pelita Motor Balikpapan) Bapak Rofinus (pemilik PT. Unitek Borneo) atau Mico Susanto (CEO PT. Santomic Mitra Bersama) juga ada Bapak Mustafa (Pemilik PT. Telaga Biru Sakti) dan masih banyak lagi. Suatu saat saya akan mewawancarai mereka satu per satu dan menampilkannya pada blog ini dengan harapan agar kita dapat menarik pelajaran berharga dari mereka mereka yang telah berhasil menaklukan kota Balikpapan atau bahkan Kalimantan Timur.
Bravo Pengusaha Balikpapan !!
Comments
6 Responses to “Uang Bisnis, Uang Dapur, Bisikan Bantal”
Leave a Reply


menarik pak.
karyawan yang pengen belajar jadi pengusaha…
bantuin ya pak
pak bantuin belajar internet dong please…..
pak tambahiiiiiiiiiiiiiiiiiUang donnnnnnnng kelog saya .
pak tambahiiiiiiiiiiiiiiiiiUang donnnnnnnng keblog saya .